Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan dan pelaksanaan integrasi teknologi digital dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya dalam penguatan karakter kewarganegaraan peserta didik di SMAN 3 Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada periode 7 September–7 Oktober 2026, kemudian dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber. Temuan menunjukkan bahwa teknologi digital dimanfaatkan untuk menyajikan materi, mengakses sumber informasi, berdiskusi, mengerjakan tugas, melakukan presentasi, serta melaksanakan asesmen dan refleksi pembelajaran. Integrasi yang bermakna tidak ditentukan oleh banyaknya aplikasi, tetapi oleh kesesuaian teknologi dengan tujuan, materi, strategi pedagogis, dan aktivitas peserta didik. Faktor pendukung meliputi kompetensi dan pengalaman guru, dukungan sekolah, kesiapan peserta didik, serta pengembangan profesional. Hambatan mencakup variasi kompetensi guru, distraksi dan kedisiplinan peserta didik, serta kendala jaringan dan perangkat. Penelitian menyimpulkan bahwa teknologi berpotensi menjadi ruang praktik kewarganegaraan apabila diarahkan pada tanggung jawab, partisipasi, penghargaan terhadap perbedaan, literasi informasi, kolaborasi, dan etika digital. Temuan bersifat kontekstual dan tidak dimaksudkan sebagai bukti kausal peningkatan karakter
Keywords
Teknologi Digital; Pendidikan Pancasila; Karakter Kewarganegaraan; Kewarganegaraan Digital